Perbandingan Kurikulum Merdeka K-13 penting dipahami agar masyarakat tidak menilai perubahan kurikulum hanya sebagai pergantian nama. Kedua sistem deposit 5k ini memiliki tujuan baik, tetapi cara mengatur pembelajaran, menilai siswa, dan memberi ruang bagi guru cukup berbeda.
Yuk lihat perbedaannya dari sisi yang paling dekat dengan sekolah. Kurikulum bukan hanya dokumen resmi, melainkan pedoman yang memengaruhi cara guru mengajar, siswa belajar, dan orang tua membaca perkembangan anak.
Perbandingan Kurikulum Merdeka K-13 dari Struktur
K-13 memiliki struktur kompetensi yang kuat. Guru diarahkan mengembangkan siswa melalui tiga aspek utama, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pendekatan ini membuat pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai ujian, tetapi juga karakter serta kemampuan nyata siswa.
Kurikulum Merdeka membawa pendekatan yang lebih ringkas dan fleksibel. Guru diberi ruang untuk menentukan strategi belajar sesuai kondisi peserta didik, selama tetap mengacu pada capaian pembelajaran yang ditetapkan.
Dari Sisi Materi Pelajaran
Dalam K-13, materi sering terasa luas karena banyak kompetensi yang perlu dicapai. Hal ini dapat membantu siswa mendapat banyak pengetahuan, tetapi juga bisa membuat pembelajaran terasa padat.
Kurikulum Merdeka lebih menekankan materi esensial. Artinya, siswa diarahkan memahami konsep penting secara lebih mendalam. Dengan cara ini, guru memiliki kesempatan untuk memperlambat ritme saat siswa belum paham, atau memberi tantangan tambahan saat kelas sudah siap.
Penilaian Siswa Lebih Berbeda
K-13 dikenal dengan penilaian yang mencakup sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Pendekatan ini lengkap, tetapi dalam praktiknya bisa menambah beban administrasi guru.
Kurikulum Merdeka tetap memakai asesmen, tetapi lebih diarahkan sebagai alat untuk memperbaiki pembelajaran. Panduan Pembelajaran dan Asesmen memuat kerangka perencanaan pembelajaran dan asesmen, termasuk proses yang mendukung pembelajaran mendalam.
Karakter Siswa Tetap Menjadi Fokus
Perbandingan Kurikulum Merdeka K-13 tidak bisa dilepaskan dari pendidikan karakter. K-13 membangun karakter melalui penilaian sikap, sedangkan Kurikulum Merdeka memperkuatnya melalui Profil Pelajar Pancasila dan kegiatan projek.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberi kesempatan siswa mengalami pengetahuan, belajar dari lingkungan, dan memperkuat karakter melalui kegiatan nyata.
Mana yang Lebih Cocok Saat Ini?
Untuk sekolah yang siap berinovasi, Kurikulum Merdeka terasa lebih cocok karena memberi ruang kreativitas. Namun, jika guru belum mendapat pendampingan yang cukup, sistem ini bisa terasa membingungkan.
K-13 unggul dari sisi struktur, sedangkan Kurikulum Merdeka unggul dari sisi keluwesan. Pilihan terbaik bukan hanya soal nama kurikulum, tetapi tentang seberapa baik sekolah mampu menerapkannya.